Wednesday, 13 April 2011

Artikel Kemuhammadiyahan Kelas X Semester 1 Bab  XVII (2) Free Download


KEMUHAMMMADIYAHAN
Kelas X Semester 1



BAB  XVII (2)
PERKEMBANGAN DUNIA ISLAM

A.     Kejayaan Islam Abad VII – X di Bagdad dan Cordova
Kejayaan Islam Abad VII – X, ditandai kebesaran Dinasti Abbasyiyah dan Umaiyah Andalusia.
1.   Dinasti Abbasyiyah di Bagdad
Dinasti ini didirikan oleh Abdul Abbas As Saffah dari keturuan Abbas bin Abdul Muthalib. Kekuasaan dinasti ini berlangsung sekitar 5 abad/509 tahun dengan Bagdad sebagai pusat kekhalifahan.
Abu Jafar Al Mansur adalah khalifah yang mengawali pembangunan kota Bagdad sebagai pusat kekhalifahannya pada tahun 762 M. beliau merupkan khalifah Dinasti Abbasyiyah yang kedua. Al Mansur adalah tokoh yang dengan keras mendorong para cendekiawan untuk menyusun buku-buku ilmiah dan menterjemahkan buku-buku Yunani Kuno. Bagi siapapun yang berhasil menyalin buku-buku tersebut ke dalam Bahasa Arab maupun Bahasa Parsi, tanpa membedakan-bedakan latar belakangnya akan diberikan imbalan (royalty) yaitu berupa emas murni seberat timbangan buku hasil terjemahan mereka.
Perkembangan Dinasti Abbasyiyah mencapai puncaknya ketika kekuasaan dipegang oleh Harun Al Rasyid (786-809 M), seorang khalifah yang kemasyhuran dan kecemerlangannya dapat disejajarkan dengan Khalifah Umar bin Abdul Azis dari Dinasti Umaiyah. Dalam suasana semaraknya ilmu pengetahuan dunia Islam, lahirlah tokoh-tokoh cendekiawan muslim, antara lain:
a.     Al Kindi
b.     Ibnu Sina (Avicena)
c.     Abu Ali Al Hasan
d.     Muhammad Ibnu Musa Al Khawarismi
e.     Jabir Abu Musa Ibnu Haiyan
f.        Ibnu Bitar
g.     Al Biruni
h.      Al Fazari
i.        Al Mas’udi
j.        Maulana Jalaludin Ar Rumi
k.      Abu Hamid Muhammad Al Ghazali
l.        Rabi’ah Al Adawiyah




2.   Dinasti Umaiyah Andalusia di Cordova
Di Belahan Barat berdiri dengan megahnya Khalifah Umaiyah (757 – 1492 M) yang berpusat di Cordova Spanyol. Kekhalifahan diawali masuknya pasukan Islam pimpinan Thariq Ibnu Ziyyad tahun 711 M menaklukkan kerajaan Visighotic yang diperintah raja Roderick. Di bawah kekhalifahan Abdur Rahman II kekuasaan Islam Andakusia meluas dengan pemerintahan yang kuat.
Pemerintahan Andalusia oleh Khalifah Hakkam II Al Muntanshir (61 M) memberi perhatian besar terhadap ilmu pengetahuan. Khalifah ini mengeluarkan biaya besar untuk mendorong pertumbuhan ilmu pengetahuan. Cara yang dilakukannya antara lain membeli buku-buku ilmiah dari Bagdad. Kemudian Cordova mulai dikenal sebagai pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Banyak perpustakaan yang sarat dengan buku-buku yang mecakup segala bidang. Bukan hanya buku keagamaan, tetapi juga bukubuku umum seperti filsafat, ilmu falak, matematika, kedokteran, kebudayaan dan kesenian.
Pada masa Dinasti Umaiyah inilah lahirlah sekian banyak intelektual muslim yang sangat harum namanya. Diantaranya adalah Ibnu Bahjah, Ibnu Tufail dan ibnu Rusyd. Ibnu Rusyd (1126 – 1198 M) dikenal sebagai seorang dokter dengan karyanya yang terkenal di dunia barat “Colliget” atau “Kitabul Kulliyat”. Cendekian Muslim lainnya yang perlu dicermati adalah Ibnu Khaldun. Beliau lahir di Tunisia sekitar abad IX dan ahli di bidang sosiologi. Demikian pula nama Muhyiddin Ibnul Arabi, filosuf dan sufi yang agung dari Spanyol dan Al Iraqi.

B.      Kemunduran Islam Abad XI - XVIII
Masa-masa kejayaan Islam yang telah berjalan lama, akhirnya mengalami kemunduran juga. Firman Allah QS. Ali Imran [3] ayat 140 sangat tepat menggambarkan dunia Islam pada saat itu. Secara tegas dinyatakan bahwa kehidupan manusia, baik secara perorangan maupun secara kelompok pasti mengalami masa pasang surut. Ayat tersebut artinya:  “ Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, Maka Sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'[231]. dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.”

[231]     Syuhada' di sini ialah orang-orang Islam yang gugur di dalam peperangan untuk menegakkan agama Allah. sebagian ahli tafsir ada yang mengartikannya dengan menjadi saksi atas manusia sebagai tersebut dalam ayat 143 surat Al Baqarah.

Berbagai krisis yang melanda dunia Islam, gejala-gejalanya telah Nampak sejak abad XI M. Beberapa faktor yang menyebabkan kemunduran dunia Islam antara lain sebagai berikut:
1.   Krisis Dalam Bidang Keagamaan
Krisis ini berpangkal dari pandangan sementara ulama jumud (konservatif) bahwa pintu ijtihad telah tertutup. Pendirian tersebut mengakibatkan lahirnya sikap memutlakkan pendapat-pendapat iman mujtahid.

2.   Krisis Bidang Sosial Politik
Memasuki abad XI, kemegahan dan kejayaan Daulah Islamiyah di Bagdad dan Cordova akhirnya mengalami titik balik juga. Dimulai dari pertikaian dalam memperebutkan kepemimpinan dan kekuasaan. Ayat-ayat Al Quran pada saat itu diusahakan sejauh mungkin ditafsirkan untuk membenarkan keberadaan para penguasa.
Dunia Islam di Timur yang diwakili Dinasti Abbasiyah mengalami invasi dari tentara Mongol setelah keadaannya lemah. Dinasti Umaiyah Andalusia di Cordova pun mengalami keruntuhan pula. Jatuh pada tahun 1236 M ke raja Ferdinand III dari Castilia. Granada kota yang tersisa di tangan Daulah Islamiyah Andalusia jatuh ke tangan Ferdinand dari aragan yang beraliansi dengan ratu Isabela dari Castilia.
Potret kemunduran Islam diperparah dengan adanya perang salib (The Crusode). Perang ini antara Pasukan Islam dengan Pasukan Salin dari Eropa. Perang ini selama 2 ½ abad dari tahuan 1060 M – 1270 M. Yang dikobarkan oleh Paus Urbanus II. Motifnya membebaskan Yerusalem dari kekuasaan Islam Bani Saljuk. Turki Usmani.

3.   Krisis Bidang Ilmu Pengetahuan
Kaum Nasrani Spanyol dan tentara Mongol sangat berperilaku bar-bar. Pusat-puat Ilmu pengetahuan berupa perpustakaan diporakporandakan dan dibakar sampai punah. Cordova dan Bagdad yang dulu menjadi pusat peradaban dan ilmu pengetahuan kini menjadi mati.
Masa kemunduran Islam seperti ini selama sampai akhir abad XVIII. Tetapi pada awal abad XIX terdapat usaha-usaha dari beberapa ulama Islam berpikir maju dengan tujuan membangun kembali kemuliaan Islam dan kejayaan Kaum Muslimin. Lalu mengkristal adanya gerakan pembaruan/permurnian Islam yang dengan lantang bersemboyan kembali kepada Al Quran dan Hadits Syarif.

C.    Latar Belakang Kebangkitan Dunia Islam
Benih pembaruan dalam dunia Islam sesungguhnya telah muncul di sekitar abad XIII M. Ketika itu dunia Islam tengah mengalami kemunduran dalam  berbagai bidang. Saat itu pula lahirlah Taqiyudin Ibnu Taimiyah dan menjadi seorang muslim yang sangat peduli terhadap nasib Umat Islam dengan mendapat dukungan dari murid beliau bernama Ibnu Qayyim Al Jauziyah (891 – 751 M).
Kedua tokoh tersebut berusaha memurnikan ajaran Islam (Tajdidu Fil Islam). Mereka ingin memurnikan Islam dari berbagai keyakinan, sikap dan perbuatan yang merusak sendi-sendi Islam dan ingin mengembalikan pemahaman agama Islam dan pengamalan Rasulullah SAW dan generasi Salaf.

D.     Kebangkitan Dunia Islam dan Tokoh-Tokohnya
1.     Kebangkitan Dunia Islam di Arab Saudi dan Tokoh-Tokohnya
Tokoh yang menyambut seruan Ibnu Taimiyah adalah Muhammad bin Abful Wahab, Jamaludin Al Afghani, Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. Mereka berjuang melalui 2 gerakan pembaruan Islam yang ada di Arab Saudi.

2.     Kebangkitan Dunia Islam di Mesir dan Tokoh-Tokohnya
Syaikh Hasan Al Bana mendirikan gerakan Islam yang dinamakan “Ikhwanul Muslimin” pada abad XX tahun 1928 M di Mesir. Lahir di Gharbiah Mesir tahun 1906. Ia hafal Al Quran pada umur 14 tahun. Pada umur 16 tahun menjadi mahasiswa Universitas Darul Ulum. Namun ia mati terbunuh secara misterius pada 12 Februari 1949.


Ciri gerakan ini adalah jauh dari pertentangan, pengaruh riya dan kesombongan. Perhatian kepada kaderisasi mengutamakan amaliyah, produktif dan serius pada dunia pemuda. Yang melahirkan banyak tokoh pemikir Islam, seperti Sayyid Qutub, Yusuf Qardawi, Said Hawwa, Muhammad Al Ghazali, Musthafa  Mansur dan Abdullah Azam.

3.     Kebangkitan Dunia Islam di Turki dan Tokoh-Tokohnya
Gelombang pembaruan Islam sampai pula ke Negara Turki. Tokoh-tokoh yang pembaruan di sama adalah Tewfik (1867 – 1915 M), Dr. Abdullah Jedwat (1869 – 1932 M), Mehmed Akif (1879 – 1936 M), Zia Gokalp (1875 – 1924) dan Musthafa Kemal Attaturk yang Ia lahir tahun 1881 di Selonika dan meniggal tahun 1983 M). Dasar-dasar pemikiran Musthafa Kemal Attaturk ada 3 hal yaitu Westernisme, Sekularisme dan Nasionalisme. 

4.     Kebangkitan Dunia Islam di India/Pakistan dan Tokoh-Tokohnya
Ada 5 tokoh, yaitu Syah Waliyullah, Sir Sayyid Ahmad Kahn, Sayyid Amir Ali, Muhammad Iqbal dan Muhammad Al Jinnah. 

E.      Muhammadiyah Periode Awal
Pada periode awal merupakan masa perintisan, pembentukan jiwa dan amal usaha serta organisasi. Muhammadiyah merupakan gerakan Islam di Indonesia yang berpaham modern. Adapun kondisi bangsa Indonesia pada periode awal Muhammadiyah dan usaha-usaha yang dilakukan K.H. Ahmad Dahlan sebagai berikut:
1.      Kondisi Sosial, Politik dan Ekonomi
Ada 5 gambaran keadaan bangsa Indonesia pada saat awal Muhammadiyah:
a.     Kehidupan keberagamaan memprihatinkan, dalam kepercayaan tercampur khurafat, bid’ah dan Taqlid.
b.     Pendidikan terbelakang, anak yang sekolah hanya anak bangsawan dan orang berpangkat.
c.     Anak-anak muda kurang mendapat perhatian.
d.     Perekonomian lemah, bangsa Indonesia menjadi bangsa yang terjajah.
e.     Kegiatan Nasranisasi sangat menonjol, dakwah sangat lemah, umat Islam menjadi umat kelas bawah.

2.      Usaha-Usaha K.H. Ahmad Dahlan
a.     Peningkatan kualitas keislaman bangsa Indonesia.
b.     Peningkatan pendidikan  dengan mendirikan macam-macam sekolah.
c.     Peningkatan martabat wanita.
d.     Persatuan umat Islam Indonesia dengan mengadakan silaturrahim dengan para pemimpin Islam.
e.     Membentuk organisasi Muhammadiyah.
f.        Mendirikan kepanduan Hizbul wathan.
g.     Menerbitkan majalah Suara  Muhammadiyah.
h.      Menggerakan tabligh Islam.
i.         Membantu fakir miskin dengan memelihara dan menyantuni.
Menganjurkan hidup sederhana, terutama dalam pesta perkawinan (walimatul ursy).
Artikel Kemuhammadiyahan Kelas X Semester 1 Bab XVIII (3) Free Download


KEMUHAMMMADIYAHAN
Kelas X Semester 1

 




BAB  XVIII (3)
MUHAMMADIYAH SEBAGAI GERAKAN ISLAM

A.     Pengertian Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam
1.     Arti Bahasa (Etimologis)
Muhammadiyah berasal dari kata bahasa Arab “Muhammad” yaitu nama Nabi dan Rasul Allah yang terakhir. Kemudian mendapatkan “Ya Nisbiyah” yang artinya menjeniskan. Jadi Muhammadiyah berarti Ummat “Muhammad SAW” atau pengikut Muhammad SAW.
Jika mengacu pengertian ini, semua muslim seluruh dunia adalah orang Muhammadiyah. Hal ini tanpa membedakan dari golongan apapun. Karena mereka telah berikrar dengan mengucapkan dua kalimat syahadat dan dengan setia mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW.

2.     Arti Istilah (Terminologis)
Muhammadiyah adalah gerakan Islam dakwah amar ma’ruf nahi munkar, beraqidah Islam dan bersumber Al Qur’an dan Sunah. Gerakan tersebut diberi nama Muhammadiyah dengan maksud untuk bertafaul. Tafaul yaitu pengharapan yang baik dapat mencontoh jejak perjuangan dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam. Hal tersebut demi terwujudnya “‘Izzul Islam Wal Muslimin”,  kejayaan Islam sebagai cita-cita dan kemuliaan hidup umat Islam sebagai realitas.

B.      Latar Belakang Berdirinya Muhammadiyah
Penyebabnya, secara garis besar dibedakan menjadi 2 faktor, yaitu:
1.   Faktor Subyektif
Sebagai faktor utama dan penentu yang mendorong berdirinya Muhammadiyah. K.H. Ahmad Dahlan ketika menatap surat Ali Imran [3] ayat 104 yang artinya: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung”.

[217]  Ma'ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.

            Memahami seruan ayat di atas K.H. Ahmad Dahlan tergerak hatinya untuk membangun sebuah persyarikatan yang teratur dan rapi yang melaksanakan misi dakwah Islam Amar Ma’ruf Nahi Munkar di tengah masyarakat luas.

2.   Faktor Obyektif
Ada 2 faktor yang melatarbelakangi berdirinya Muhammadiyah. Pertama, faktor internal yaitu faktor-faktor penyebab yang muncul di tengah-tengah kehidupan masyarakat Islam Indonesia. Kedua, faktor eksternal yaitu faktor-faktor penyebab yang ada di luar tubuh masyarakat Indonesia. Adapun uraiannya sebagai berikut:
a.     Faktor Obyektif yang bersifat Internal
1)      Ketidakmurian amalan Islam akibat tidak dijadikannya Al Quran dan As Sunnah sebagai satu-satunya rujukan oleh sebagian besar umat Islam Indonesia.
2)      Lembaga pendidikan yang dimiliki umat Islam belum mampu menyiapkan generasi yang siap mengemban misi selaku khalifah Allah di atas Bumi.
b.     Faktor Obyektif yang bersifat Eksternal
1)      Semakin meningkatnya Gerakan Kristenisasi di tengah-tengah masyarakat Indonesia.
2)      Penetrasi bangsa-bangsa Eropa, terutama bangsa Belanda ke Indonesia.
3)      Pengaruh dari Gerakan Pembaharuan dalam Dunia Islam.
  
C.    Maksud dan Tujuan Muhammadiyah
Rumusan maksud dan tujuan Muhammadiyah sejak berdiri sampai sekarang ini mengalami beberapa kali perubahan redaksional, susunan bahasa dan istilah. Berikut ini dijelaskan sejarah perumusan maksud dan tujuan Muhammadiyah.
1.      Perumusan Pertama
Pada waktu permulaan beridirinya dirumuskan sebagai berikut:
a.     Menyebabkan pengajaran kanjeng Nabi Muhammad SAW kepada penduduk bumi putra, di dalam residensi Yogyakarta.
b.     Memajukan hal agama Islam kepada anggota-anggotanya.

2.      Perumusan Kedua
Setelah Muhammadiyah meluas sampai ke luar Yogyakarta dan berdiri cabang-cabang di wilayah Hindia Belanda (Indonesia), rumusannya disempurnakan menjadi:
a.     Memajukan dan menggembirakan pengajaran dan pelajaran agama Islam di Hindia  Belanda.
b.     Memajukan dan menggembirakan hidup sepanjang kemauan agama Islam kepada sekutu-sekutunya.

3.      Perumusan Ketiga
Pada saat pemerintahan Fasis Jepang (1942 – 1945), segala macam dan bentuk pergerakan mendapat pengawasan yang sangat keras. Maka rumusannya menjadi:
a.     Hendak menyiarkan agama Islam serta melatih hidup yang selaras dengan tuntunannya.
b.     Hendak melakukan pekerjaan perbaikan umum serta
c.     Hendak memajukan pengetahuan dan kepandaian serta budi pekerti yang baik kepada anggota-anggotanya.
Kesemuanya itu ditujukan untuk berjaya mendidik masyarakat ramai.



4.      Perumusan Keempat
Setelah masa kemerdekaan, dalam muktamar Muhammadiyah ke31 di Yogyakarta tahun 1950 rumusan, maksud dan tujuan diubah.
            Rumusan keempat berbunyi: “Maksud dan tujuan persyarikatan ialah menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga dapat mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”.

5.      Perumusan Kelima
Pada waktu muktamar Muhammadiyah ke-34 di Yogyakarta tahun 1959 terjadi perubahan rumusan, bunyinya: “Menegakkan dan Menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”.

6.      Perumusan Keenam
Muktamar Muhammadiyah ke-41 di Surakarta tahun 1985 tercatat sebagai muktamar yang sangat bersejarah karena menyangkut perubahan Anggaran Dasar Muhammadiyah, antara lain pada perumusan nama dan kedudukan, azas, maksud dan tujuan persyarikatan. Pergantian tersebut karena adanya Undang-Undang Pokok Keormasan Nomor 8 Tahun 1985 yang menegaskan bahwa seluruh ormas harus mencantumkan Pancasila sebagai satu-satunya azas organisasi termasuk Muhammadiyah.
            Maka berubah menjadi: “Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat utama, adil dan makmur yang diridlai Allah SWT”.

7.      Perumusan Ketujuh
Muktamar ke-44 di Jakarta tahun 2000, salah satu hasilnya adalah mengembalikan Islam sebagai azas persyarikatan. Perumusan azas Islam dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah yang diubah dalam muktamar tersebut tidak dicantumkan secara eksplisit dalam salah satu pasal. Tetapi dimasukkan dalam pasal 1 ayat (2) yang berbunyi: “Muhammadiyah adalah gerakan Islam, Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar, berazaskan Islam yang bersumber pada Al Quran dan As Sunnah”.
            Alasan perubahan ini adalah Tap MPR RI tahun 1998, No. XVIII/MPR/1998 yang intinya bahwa Pancasila tidak harus dijadikan azas bagi lembaga keagamaan, social kemasyarakatan maupun lembaga politik.
Rumusan ketujuh ini berbunyi: “Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam, sehingga terwujud masyarakat utama, adil dan makmur yang diridlai Allah SWT”.

8.      Perumusan Kedelapan
Hasil muktamar terbaru ke-45 di Malang tahun 2005, rumusan, maksud dan tujuan tercantum dalam Anggaran Dasar. Pada Bab III Maksud dan Tujuan serta Usaha Pasal 6 yang berbunyi: “Maksud dan tujuan Muhammadiyah ialah menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”. Azas Muhammadiyah tercantum dalam Bab II Identitas, Azas dan Lambang pasal 4 ayat (2) yang berbunyi: “Muhammadiyah berazas Islam”.
Maksud dan tujuan Muhammadiyah yang telah dirumuskan dalam Anggaran Dasar dijelaskan sebagai berikut:
a.     Menegakkan, berarti membuat dan mengupayakan agar tetap tegak dan tidak condong apalagi rubuh.
b.     Menjunjung tinggi berarti membawa atau menjunjung di atas segalanya, mengindahkan serta menghormatinya.


c.     Agama Islam berarti agama Allah yang diturunkan kepada para Rasul-Nya sejak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad SAW.
d.     Terwujud, berarti menjadi satu kenyataan akan adanya atau akan wujudnya.
e.     Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, berarti masyarakat yang segala aspek kehidupannya telah sesuai dengan ajaran Islam. Yaitu sesuai tuntunan Al Quran dan As Sunnah.

D.     Amal Usaha Muhammadiyah
Dengan maksud dan tujuan Muhammadiyah yang luas dan besar tersebut, sama halnya semboyan amal usaha Muhammadiyah Sedikit Bicara Banyak Bekerja, tidak saja sekedar semboyan, bukti-buktinya sebagai berikut:
1.   Bidang Keagamaan
a.     Majelis Tarjih
b.     Departemen Agama Republik Indonesia
c.     Tersusun Rumusan Matan Keyakinan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah
d.     Penanaman Kesadaran dan Kenikmatan Beragama, Beramal serta Berorganisasi.
2.   Bidang Pendidikan
3.   Bidang Kemasyarakatan
4.   Bidang Politik Kenegaraan
Contoh konkrit dalam realita nyata keumatan kita sebagai amal usaha Muhammadiyah di berbagai bidang, antara lain:
1.      Majelis Tarjih Muhammadiyah.
2.      Pendirian sekolah umum Muhammadiyah.
3.      Pendirian madrasah Mualimin–Mualimat.
4.      Rumah sakit (PKU Muhammadiyah).
5.      Panti asuhan Muhammadiyah.




Artikel Kemuhammadiyahan Kelas XI Semester 4 Bab XV (1) Free Download


KEMUHAMMMADIYAHAN
Kelas XI Semester 4



BAB  XV (1)
KEPRIBADIAN MUHAMMADIYAH

A.     Pengertian dan Sejarah Perumusan Kepribadian Muhammadiyah
Kepribadian Muhammadiyah adalah sebuah rumusan yang menguraikan tentang jari diri, apa dan siapa Muhammadiyah. Kemudian dituangkan dalam bentuk sebuah teks yang dikenal sebagai Matan Kepribadian Muhammadiyah. Adapaun sejarah pembentukannya dijabarkan sebagai berikut.
Rumusan Kepribadian Muhammadiyah untuk pertama kalinya disusun oleh sebuah tim. Tim tersebut terdiri dari: K.H. Fakih Usman, K.H. Farid Ma’ruf, K.H. Wardan Diponingrat, Dr. Hamka, H. Djarnawi Hadikusumo, M. Djindar Tamimy dan M. Saleh Ibrahim. Pembentukan tim ini dilakukan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, merespon isi pidato K.H. Fakih Usman yang berjudul “Apakah Muhammadiyah Itu?” disampailkan dalam kursus pimpinan Muhammadiyah se-Indonesia bulan Ramadhan 1381 H (1961 M).
Isi pidato itu mengandung makna yang sangat dalam, menggugah dan menarik perhatian para tokoh Muhammadiyah yang datang dari seluruh Indonesia. K.H. Fakih Usman dikenal kaya pengalaman, luas ilmunya dan mendalam ruhul Islamnya yang dapat menggugah semangat para pemimpin Muhammadiyah saat itu. Setelah selesai pidatonya, terjadi mufakat antar tokoh Muhammadiyah untuk merumuskan buah pikirannya agar kelak dimiliki kader-kader Muhammadiyah sekaligus sebagai pedoman organisasi.
Hasil kerja tim perumus materi Kepribadian Muhammadiyah kemudian diserahkan kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah lalu ditetapkan sebagai agenda Sidang Tanwir tanggal 25- 28 Agustus 1962. Setelah melalui pembahasan dan penyempurnaan, akhirnya sidang Tanwir dapat menerimanya. Lalu dibicarakan lagi pada Muktamar Muhammadiyah ke-35 di Jakarta atau yang dikenal Muktamar Setengah Abad. Tanggal 29 April 1963 rumusan tersebut telah sempurna dan lahirlah “Matan Rumusan Kepribadian Muhammadiyah”.   

B.      Fungsi dan Hakikat Kepribadian Muhammadiyah
1.   Fungsi Kepribadian Muhammadiyah
Kepribadian Muhammadiyah berfungsi sebagai landasan, pedoman dan pegangan setiap gerak Muhammadiyah menuju cita-cita terwujudnya masyarakat utama, adil dan makmur yang diridlai Allah SWT.

2.   Hakikat Kepribadian Muhammadiyah
Hakikat Kepribadian Muhammadiyah adalah wajah dan wijhah-nya persyarikatan Muhammadiyah. Wajah tersebut mencerminkan tiga predikat yang melekat kuat sebagai Asy Syakhsiyah atau jati dirinya secara utuh. 3 predikat yang dimaksud adalah Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam, Dakwah dan Tajdid.

Muhammadiyah sebagai gerakan Islam didasarkan pada segi asas (aqidah) perjuangan Muhammadiyah. Muhammadiyah menjadikan Dinul Islam sebagai subyek (sumber nilai) dan sumber obyek (sumber konsep) perjuangannya. Sebagai sumber subyek ialah bahwa semua kegiatan dan amal usaha Muhammadiyah selalu digerakkan dengan dinul ruhul Islam. Sebagai sumber obyek ialah semua kegiatan dan amal usaha Muhammadiyah untuk “menegakkan dan menjunjung tinggi agama Allah SWT. Sebagai sumber nilai dan konsep dinul Islam tidak bisa dipisahkan dari perjuangan Muhammadiyah. Islam telah menjadi “Sibghah” yang mendasari, menjiwai dan mewarnai gerakan Muhammadiyah.
Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah dapat dilihat dakwahnya ditujukan kepada kegiatan dan amal usahanya. Semua dilaksanakan sebagai Dakwah Islamiyah amar ma’ruf nahi munkar.
Muhammadiyah sebagai gerakan Tajdid adalah sifat dakwahnya ditujukan kepada umat Islam. Tajdid yaitu mengembalikan pemahaman dan pengamalan umat terhadap Dinul Islam secara murni yang meliputi benar dan tepat sesuai Al Quran dan Sunnah Rasulullah SAW. Dalam bidang amaliyah tajdid dilakukan bersifat modernisasi. Mengaktualisasikan ajaran Islam sesuai dengan perkembangan kehidupan masyarakat sehingga Dinul Islam menjadi Rahmatan Lil ‘Alamin.

C.    Isi Kepribadian Muhammadiyah
Matan atau teks Kepribadian Muhammadiyah dihasilkan dalam Muktamar Muhammadiyah ke-35 di Jakarta atau yang dikenal dengan Muktamar Setengah Abad. Isi dari “Matan Kepribadian Muhammadiyah” ini harus diketahui dan dipahami oleh setiap anggota persyarikatan Muhammadiyah. Adapun isi selengkapnya sebagai berikut:
Matan (Teks) Kepribadian Muhammadiyah
1.      Apakah Muhammadiyah Itu?
Muhammadiyah adalah suatu persyarikatan merupakan “Gerakan Islam”. Maksudnya dakwah Islam Amar Ma’ruf Nahi Munkar yang ditujukan kepada dua hal yaitu perseorangan dan masyarakat.
Dakwah dan amar ma’ruf nahi munkar pada bidang yang pertama atau perseorangan terbagai menjadi 2, yaitu:
a.  Kepada yang telah Islam bersifat Tajdid (pembaruan). Artinya mengembalikan kepada ajaran Islam yang murni.
b.  Kepada yang belum Islam bersifat seruan dan ajakan untuk memeluk agama Islam.
Adapun dakwah yang kedua kepada masyarakat bersifat perbaikan, bimbingan dan peringatan. Semua dilaksanakan dengan musyawarah atas dasar taqwa dan mengharap ridla Allah SWT semata.

2.      Dasar Amal Usaha dan Perjuangan Muhammadiyah
Muhammadiyah mendasarkan segala gerak dan amal usahanya atas prinsip-prinsip dalam Muqadimah Anggaran Dasarnya,, yaitu:
a.     Hidup manusia harus berdasar tauhid, ibadah dan taat kepada Allah SWT.
b.     Hidup manusia harus bermanfaat.
c.     Mematuhi ajaran-ajaran agama Islam.
d.     Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam dalam masyarakat.
e.     Ittiba’ kepada langkah perjuangan Nabi Muhammad SAW.
f.        Melancarkan amal usaha dan perjuangan dengan ketertiban organisasi.



3.      Pedoman Amal Usaha dan Perjuangan dengan Ketertiban Organisasi
Dengan memperhatikan dasar prinsip di atas, maka Muhammadiyah berpedoman: “Berpegang teguh akan ajaran Allah dan Rasul-Nya, bergerak membangun di segala bidang dan lapangan dengan menggunakan cara serta menempuh jalan yang diridlai Allah SWT.

4.      Sifat Muhammadiyah
Sifat-sifat Muhammadiyah sebagai berikut:
a.     Beramal dan berjuang untuk perdamaian dan kesejahteraan.
b.     Memperbanyak kawan dan mengamalkan ukhuwah Islamiyah.
c.     Lapang dada, luas pandangan dengan memegang teguh ajaran Islam.
d.     Bersifat keagamaan dan kemasyarakatan.
e.     Mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan serta dasar negara yang syah.
f.        Amar ma’ruf nahi munkar dalam segala lapangan serta menjadi contoh teladan yang baik.
g.     Aktif dalam perkembangan masyarakat dengan maksud ishlah dan pembangunan sesuai dengan ajaran Islam.
h.      Kerja sama dengan golongan agama Islam mana pun dalam usaha menyiarkan dan mengamalkan agama Islam.
i.         Membantu pemerintah serta bekerja sama dengan golongan lain, sebagai pemelihara dan membangun negara.
j.         Bersifat adil serta korektif ke dalam dan ke luar dengan bijaksana.







Kerjakan soal-soal berikut ini dengan benar!


1.   Apa yang dimaksud pendidikan Kemuhammadiyahan?
2.   Apa tujuan pendidikan Kemuhammadiyahan?
3.   Apa ruang lingkup pendidikan Kemuhammadiyahan?
4.   Sebutkan pendekatan dalam mempelajari Muhammadiyah!
5.   Bagaimana bunyi janji pelajar Muhammadiyah?

Jawaban dari pertanyaan tersebut di atas, silahkan Anda kirim ke alamat E-Mail di      bawah ini:
E-Mail: jkpurwoto@gmail.com







Kerjakan soal-soal berikut ini dengan benar!


1.   Bagaimana gambaran kejayaan Islam di Cordova?
2.   Sebutkan faktor utama kemunduran Islam abad XI!
3.   Siapakah Imam Ibnu Taimiyah?
4.   Apa yang menjadi latar belakang kebangkitan dunia Islam?
5.   Apa usaha-usaha yang dilakukan K.H. Ahmad Dahlan di periode awal Muhammadiyah?

Jawaban dari pertanyaan tersebut di atas, silahkan Anda kirim ke alamat E-Mail di bawah ini:
E-Mail: jkpurwoto@gmail.com






Kerjakan soal-soal berikut ini dengan benar!


1.   Tulis surat Ali Imran ayat 104 beserta artinya!
2.   Apa arti Muhammadiyah secara etimologis?
3.   Apa arti Muhammadiyah secara  terminologis?
4.   Sebutkan faktor subjektif yang melatarbelakangi berdirinya Muhammadiyah!
5.   Sebutkan 5 amal usaha Muhammadiyah di berbagai bidang!
 
Jawaban dari pertanyaan tersebut di atas, silahkan Anda kirim ke alamat E-Mail di bawah ini:
E-Mail: jkpurwoto@gmail.com





Kerjakan soal-soal berikut ini dengan benar!

1. Apa pengertian kepribadian Muhammadiyah itu?
2. Apa fungsi kepribadian Muhammadiyah?
3. Apa hakikat kepribadian Muhammadiyah?
4. Dakwah dan amar ma’ruf  nahi munkar pada perseorangan terbagi 
     menjadi dua meliputi apa saja?
5. Sifat dakwah terhadap golongan yang telah masuk Islam adalah 
     tajdid. Dakwah tersebut meliputi segi apa saja?

Jawaban dari pertanyaan tersebut di atas, silahkan Anda kirim ke alamat E-Mail di bawah ini:
E-Mail: jkpurwoto@gmail.com

Monday, 4 April 2011

Tugas Kemuhammadiyahan Kelas X Semester 2 Bab XV (1) Free Download


Kerjakan Soal-Soal Di Bawah Ini!


1.    Apa maksud dari Muhammadiyah sebagai gerakan Islam?
2.    Muhammadiyah mendasarkan dakwah amar ma'ruf nahi munkar sesuai Surah Ali ‘Imran 104. Apa sasaran dakwahnya?
3.    Apa maksud gerakan Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid ?
4.    Muhammadiyah berusaha membersihkan ajaran Islam dari takhayul, bidah, dan khurafat.  Sebutkan contoh-contoh yang ada di lingkungan sekitar kita!

5.    Muhammadiyah ikut andil dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Bagaimana peran tokoh-tokoh Muhammadiyah pada masa awal kemerdekaan?

Jawaban dari pertanyaan tersebut di atas, silahkan Anda kirim ke alamat E-Mail di bawah ini:
E-Mail: jkpurwoto@gmail.com
Tugas Kemuhammadiyahan Kelas X Semester 2 Bab XVII (3) Free Download






Kerjakan Soal-Soal Berikut Ini!

1.    Apa yang dimaksud dengan majelis?
2.    Sebutkan macam-macam majelis!
3.    Sebutkan macam-macam lembaga!
4.    Bagaimana langkah-langkah upaya revitalisasi fungsi pendidikan Muhammadiyah?
5.    Apa Fungsi dan tugas pokok lembaga pustaka dan informasi?

Jawaban dari pertanyaan tersebut di atas, silahkan Anda kirim ke alamat E-Mail di bawah ini:
E-Mail: jkpurwoto@gmail.com