Rabu, 13 April 2011

Artikel Kemuhammadiyahan Kelas X Semester 1 Bab  XVII (2) Free Download


KEMUHAMMMADIYAHAN
Kelas X Semester 1



BAB  XVII (2)
PERKEMBANGAN DUNIA ISLAM

A.     Kejayaan Islam Abad VII – X di Bagdad dan Cordova
Kejayaan Islam Abad VII – X, ditandai kebesaran Dinasti Abbasyiyah dan Umaiyah Andalusia.
1.   Dinasti Abbasyiyah di Bagdad
Dinasti ini didirikan oleh Abdul Abbas As Saffah dari keturuan Abbas bin Abdul Muthalib. Kekuasaan dinasti ini berlangsung sekitar 5 abad/509 tahun dengan Bagdad sebagai pusat kekhalifahan.
Abu Jafar Al Mansur adalah khalifah yang mengawali pembangunan kota Bagdad sebagai pusat kekhalifahannya pada tahun 762 M. beliau merupkan khalifah Dinasti Abbasyiyah yang kedua. Al Mansur adalah tokoh yang dengan keras mendorong para cendekiawan untuk menyusun buku-buku ilmiah dan menterjemahkan buku-buku Yunani Kuno. Bagi siapapun yang berhasil menyalin buku-buku tersebut ke dalam Bahasa Arab maupun Bahasa Parsi, tanpa membedakan-bedakan latar belakangnya akan diberikan imbalan (royalty) yaitu berupa emas murni seberat timbangan buku hasil terjemahan mereka.
Perkembangan Dinasti Abbasyiyah mencapai puncaknya ketika kekuasaan dipegang oleh Harun Al Rasyid (786-809 M), seorang khalifah yang kemasyhuran dan kecemerlangannya dapat disejajarkan dengan Khalifah Umar bin Abdul Azis dari Dinasti Umaiyah. Dalam suasana semaraknya ilmu pengetahuan dunia Islam, lahirlah tokoh-tokoh cendekiawan muslim, antara lain:
a.     Al Kindi
b.     Ibnu Sina (Avicena)
c.     Abu Ali Al Hasan
d.     Muhammad Ibnu Musa Al Khawarismi
e.     Jabir Abu Musa Ibnu Haiyan
f.        Ibnu Bitar
g.     Al Biruni
h.      Al Fazari
i.        Al Mas’udi
j.        Maulana Jalaludin Ar Rumi
k.      Abu Hamid Muhammad Al Ghazali
l.        Rabi’ah Al Adawiyah




2.   Dinasti Umaiyah Andalusia di Cordova
Di Belahan Barat berdiri dengan megahnya Khalifah Umaiyah (757 – 1492 M) yang berpusat di Cordova Spanyol. Kekhalifahan diawali masuknya pasukan Islam pimpinan Thariq Ibnu Ziyyad tahun 711 M menaklukkan kerajaan Visighotic yang diperintah raja Roderick. Di bawah kekhalifahan Abdur Rahman II kekuasaan Islam Andakusia meluas dengan pemerintahan yang kuat.
Pemerintahan Andalusia oleh Khalifah Hakkam II Al Muntanshir (61 M) memberi perhatian besar terhadap ilmu pengetahuan. Khalifah ini mengeluarkan biaya besar untuk mendorong pertumbuhan ilmu pengetahuan. Cara yang dilakukannya antara lain membeli buku-buku ilmiah dari Bagdad. Kemudian Cordova mulai dikenal sebagai pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Banyak perpustakaan yang sarat dengan buku-buku yang mecakup segala bidang. Bukan hanya buku keagamaan, tetapi juga bukubuku umum seperti filsafat, ilmu falak, matematika, kedokteran, kebudayaan dan kesenian.
Pada masa Dinasti Umaiyah inilah lahirlah sekian banyak intelektual muslim yang sangat harum namanya. Diantaranya adalah Ibnu Bahjah, Ibnu Tufail dan ibnu Rusyd. Ibnu Rusyd (1126 – 1198 M) dikenal sebagai seorang dokter dengan karyanya yang terkenal di dunia barat “Colliget” atau “Kitabul Kulliyat”. Cendekian Muslim lainnya yang perlu dicermati adalah Ibnu Khaldun. Beliau lahir di Tunisia sekitar abad IX dan ahli di bidang sosiologi. Demikian pula nama Muhyiddin Ibnul Arabi, filosuf dan sufi yang agung dari Spanyol dan Al Iraqi.

B.      Kemunduran Islam Abad XI - XVIII
Masa-masa kejayaan Islam yang telah berjalan lama, akhirnya mengalami kemunduran juga. Firman Allah QS. Ali Imran [3] ayat 140 sangat tepat menggambarkan dunia Islam pada saat itu. Secara tegas dinyatakan bahwa kehidupan manusia, baik secara perorangan maupun secara kelompok pasti mengalami masa pasang surut. Ayat tersebut artinya:  “ Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, Maka Sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'[231]. dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.”

[231]     Syuhada' di sini ialah orang-orang Islam yang gugur di dalam peperangan untuk menegakkan agama Allah. sebagian ahli tafsir ada yang mengartikannya dengan menjadi saksi atas manusia sebagai tersebut dalam ayat 143 surat Al Baqarah.

Berbagai krisis yang melanda dunia Islam, gejala-gejalanya telah Nampak sejak abad XI M. Beberapa faktor yang menyebabkan kemunduran dunia Islam antara lain sebagai berikut:
1.   Krisis Dalam Bidang Keagamaan
Krisis ini berpangkal dari pandangan sementara ulama jumud (konservatif) bahwa pintu ijtihad telah tertutup. Pendirian tersebut mengakibatkan lahirnya sikap memutlakkan pendapat-pendapat iman mujtahid.

2.   Krisis Bidang Sosial Politik
Memasuki abad XI, kemegahan dan kejayaan Daulah Islamiyah di Bagdad dan Cordova akhirnya mengalami titik balik juga. Dimulai dari pertikaian dalam memperebutkan kepemimpinan dan kekuasaan. Ayat-ayat Al Quran pada saat itu diusahakan sejauh mungkin ditafsirkan untuk membenarkan keberadaan para penguasa.
Dunia Islam di Timur yang diwakili Dinasti Abbasiyah mengalami invasi dari tentara Mongol setelah keadaannya lemah. Dinasti Umaiyah Andalusia di Cordova pun mengalami keruntuhan pula. Jatuh pada tahun 1236 M ke raja Ferdinand III dari Castilia. Granada kota yang tersisa di tangan Daulah Islamiyah Andalusia jatuh ke tangan Ferdinand dari aragan yang beraliansi dengan ratu Isabela dari Castilia.
Potret kemunduran Islam diperparah dengan adanya perang salib (The Crusode). Perang ini antara Pasukan Islam dengan Pasukan Salin dari Eropa. Perang ini selama 2 ½ abad dari tahuan 1060 M – 1270 M. Yang dikobarkan oleh Paus Urbanus II. Motifnya membebaskan Yerusalem dari kekuasaan Islam Bani Saljuk. Turki Usmani.

3.   Krisis Bidang Ilmu Pengetahuan
Kaum Nasrani Spanyol dan tentara Mongol sangat berperilaku bar-bar. Pusat-puat Ilmu pengetahuan berupa perpustakaan diporakporandakan dan dibakar sampai punah. Cordova dan Bagdad yang dulu menjadi pusat peradaban dan ilmu pengetahuan kini menjadi mati.
Masa kemunduran Islam seperti ini selama sampai akhir abad XVIII. Tetapi pada awal abad XIX terdapat usaha-usaha dari beberapa ulama Islam berpikir maju dengan tujuan membangun kembali kemuliaan Islam dan kejayaan Kaum Muslimin. Lalu mengkristal adanya gerakan pembaruan/permurnian Islam yang dengan lantang bersemboyan kembali kepada Al Quran dan Hadits Syarif.

C.    Latar Belakang Kebangkitan Dunia Islam
Benih pembaruan dalam dunia Islam sesungguhnya telah muncul di sekitar abad XIII M. Ketika itu dunia Islam tengah mengalami kemunduran dalam  berbagai bidang. Saat itu pula lahirlah Taqiyudin Ibnu Taimiyah dan menjadi seorang muslim yang sangat peduli terhadap nasib Umat Islam dengan mendapat dukungan dari murid beliau bernama Ibnu Qayyim Al Jauziyah (891 – 751 M).
Kedua tokoh tersebut berusaha memurnikan ajaran Islam (Tajdidu Fil Islam). Mereka ingin memurnikan Islam dari berbagai keyakinan, sikap dan perbuatan yang merusak sendi-sendi Islam dan ingin mengembalikan pemahaman agama Islam dan pengamalan Rasulullah SAW dan generasi Salaf.

D.     Kebangkitan Dunia Islam dan Tokoh-Tokohnya
1.     Kebangkitan Dunia Islam di Arab Saudi dan Tokoh-Tokohnya
Tokoh yang menyambut seruan Ibnu Taimiyah adalah Muhammad bin Abful Wahab, Jamaludin Al Afghani, Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. Mereka berjuang melalui 2 gerakan pembaruan Islam yang ada di Arab Saudi.

2.     Kebangkitan Dunia Islam di Mesir dan Tokoh-Tokohnya
Syaikh Hasan Al Bana mendirikan gerakan Islam yang dinamakan “Ikhwanul Muslimin” pada abad XX tahun 1928 M di Mesir. Lahir di Gharbiah Mesir tahun 1906. Ia hafal Al Quran pada umur 14 tahun. Pada umur 16 tahun menjadi mahasiswa Universitas Darul Ulum. Namun ia mati terbunuh secara misterius pada 12 Februari 1949.


Ciri gerakan ini adalah jauh dari pertentangan, pengaruh riya dan kesombongan. Perhatian kepada kaderisasi mengutamakan amaliyah, produktif dan serius pada dunia pemuda. Yang melahirkan banyak tokoh pemikir Islam, seperti Sayyid Qutub, Yusuf Qardawi, Said Hawwa, Muhammad Al Ghazali, Musthafa  Mansur dan Abdullah Azam.

3.     Kebangkitan Dunia Islam di Turki dan Tokoh-Tokohnya
Gelombang pembaruan Islam sampai pula ke Negara Turki. Tokoh-tokoh yang pembaruan di sama adalah Tewfik (1867 – 1915 M), Dr. Abdullah Jedwat (1869 – 1932 M), Mehmed Akif (1879 – 1936 M), Zia Gokalp (1875 – 1924) dan Musthafa Kemal Attaturk yang Ia lahir tahun 1881 di Selonika dan meniggal tahun 1983 M). Dasar-dasar pemikiran Musthafa Kemal Attaturk ada 3 hal yaitu Westernisme, Sekularisme dan Nasionalisme. 

4.     Kebangkitan Dunia Islam di India/Pakistan dan Tokoh-Tokohnya
Ada 5 tokoh, yaitu Syah Waliyullah, Sir Sayyid Ahmad Kahn, Sayyid Amir Ali, Muhammad Iqbal dan Muhammad Al Jinnah. 

E.      Muhammadiyah Periode Awal
Pada periode awal merupakan masa perintisan, pembentukan jiwa dan amal usaha serta organisasi. Muhammadiyah merupakan gerakan Islam di Indonesia yang berpaham modern. Adapun kondisi bangsa Indonesia pada periode awal Muhammadiyah dan usaha-usaha yang dilakukan K.H. Ahmad Dahlan sebagai berikut:
1.      Kondisi Sosial, Politik dan Ekonomi
Ada 5 gambaran keadaan bangsa Indonesia pada saat awal Muhammadiyah:
a.     Kehidupan keberagamaan memprihatinkan, dalam kepercayaan tercampur khurafat, bid’ah dan Taqlid.
b.     Pendidikan terbelakang, anak yang sekolah hanya anak bangsawan dan orang berpangkat.
c.     Anak-anak muda kurang mendapat perhatian.
d.     Perekonomian lemah, bangsa Indonesia menjadi bangsa yang terjajah.
e.     Kegiatan Nasranisasi sangat menonjol, dakwah sangat lemah, umat Islam menjadi umat kelas bawah.

2.      Usaha-Usaha K.H. Ahmad Dahlan
a.     Peningkatan kualitas keislaman bangsa Indonesia.
b.     Peningkatan pendidikan  dengan mendirikan macam-macam sekolah.
c.     Peningkatan martabat wanita.
d.     Persatuan umat Islam Indonesia dengan mengadakan silaturrahim dengan para pemimpin Islam.
e.     Membentuk organisasi Muhammadiyah.
f.        Mendirikan kepanduan Hizbul wathan.
g.     Menerbitkan majalah Suara  Muhammadiyah.
h.      Menggerakan tabligh Islam.
i.         Membantu fakir miskin dengan memelihara dan menyantuni.
Menganjurkan hidup sederhana, terutama dalam pesta perkawinan (walimatul ursy).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar